Untuk memberikan alternatif metode khitan yang aman dan mudah, Kami menggunakan smart klamp. Metode Smart Klamp sangat praktis, yaitu tanpa ada perdarahan, resiko infeksi sangat minim sekali. Smart Klamp bisa digunakan segala umur mulai dari bayi, anak-anak sampai orang dewasa sekalipun.
Smart Klamp juga dapat mencegah tertularnya HIV, Hepatitis dan penyakit menular yang lainnya karena cara pemakaiannya yang Disposible atau sekali pakai dan langsung di buang
Dalam referensinya, dengan Smart Klamp juga bisa di lakukan pada anak yang sangat aktif, hiperaktif dan anak dengan keterbatasan mental
Selasa, 03 Januari 2012
Rabu, 15 Juni 2011
Kami Menggunakan Flashcutter
Flashcutter Easy Release DC 107.
Adalah alat khitan/sunat, pengangkat kutil (tumor di kulit ) , kulit kelamin (genital) serta anus metode elektrik tercanggih saat ini. Tanpa ada pendarahan, minimal luka bakar dan steril. Tidak pakai listrik (PLN) cukup pakai baterai rechargeable yang nggak perlu diganti, cukup di charging sekali cukup dipakai khitan 100X, baterai tidak perlu diganti sampai bertahun-tahun. GARANSI 1th
Apa bedanya dengan electric cauter?
Jika maksudnya adalah elektro kauter yang selama ini beredar di Indonesia, jelas sekali perbedaannya, diantaranya :
Elektro kauter mempergunakan jaringan listrik (PLN) untuk tenaganya, jelas sekali ini sangat merepotkan dan perlu dipertimbangkan pula bahayanya. Selain kurang praktis, dapat dibayangkan jika anda sedang mengkhitan tiba-tiba listrik padam. Belum lagi untuk daerah yang tidak terdapat jaringan PLN. Sedangkan Flashcutter tidak perlu jaringan listrik saat dipergunakan, kecuali sedang mengisi baterai (charging ) yang cukup untuk 100X khitan sekali charging. Jelas lebih praktis dan sama sekali tidak berbahaya.
Bagaimana dengan luka bakar ?
Memang dewasa ini banyak ditemukan hasil khitan elektrik (elektro kauter) yang sarat luka bakar, pendarahan, infeksi, rasa nyeri paska khitan, bahkan ada yang sampai tersengat arus listrik. Tentu saja ini erat kaitannya dengan profesionalisme pelakunya plus standarisasi peralatan yang sangat lemah. Inilah akar permasalahannya.
Maksudnya gimana dong? Apa penyebab luka bakarnya?
Penyebab utamanya terletak pada peralatan itu sendiri, dimana elektro kauter umumnya mempergunakan logam tumpul dan membara ( solder ) untuk memotong atau lebih tepatnya membakar kulub (preputium). Bagaimanapun benda tumpul akan mengakibatkan kerusakan jika dipakai untuk memotong, apalagi dalam keadaan membara. (bayangkan sendiri).
Bagaimana dengan Flashcutter ?
Perancang Flashcutter telah mengerti benar bahwa pada operasi bedah disyaratkan luka buatan dengan hasil yang lurus (tidak terkoyak) bersih dan steril. Gunanya untuk memudahkan penyatuan jaringan saat penjahitan, hasil yang bagus, mencegah timbulnya infeksi dan otomatis luka cepat sembuh. Untuk itu dibutuhkan pisau yang tajam dan steril. Nah…! Flashcutter mempergunakan benang logam yang sangat halus dan tajam untuk memotong, dimaksudkan agar proses berjalan cepat dengan bara yang terfokus pada satu garis target, sehingga jaringan yang dioperasi tidak terlalu lama kontak dengan panas untuk meminimalisir luka bakar. Dalam prakteknya hasil khitan flashcutter tidak menunjukkan adanya luka bakar dan umumnya sembuh dalam waktu 3 hari saja.
Benarkah baterai Flashcutter mampu untuk 100x khitan dalam sekali pengisian ?
Benar !, Flashcutter sangat efektif dipakai untuk khitan masal, banyak yang membuktikan untuk mengkhitan 100 orang cukup dengan satu alat saja. Karena proses pemotongannya cukup dengan hitungan detik saja (3 sampai 6 detik). Jika kita ambil rata-rata pemotongan 5 detik saja, maka untuk mengkhitan 100 orang butuh waktu 500 detik. Sedangkan pisau Flashcutter apabila dalam 1x charging dapat menyala sampai 20menit (1.200 detik). Maka jika pasien khitan anda tidak mencapai angka seratus orang tiap bulannya, maka selama itu pula anda tudak perlu melakukan charging (pengisian muatan baterai).
(dikutip dari http://uniceffcorporation.com)
Adalah alat khitan/sunat, pengangkat kutil (tumor di kulit ) , kulit kelamin (genital) serta anus metode elektrik tercanggih saat ini. Tanpa ada pendarahan, minimal luka bakar dan steril. Tidak pakai listrik (PLN) cukup pakai baterai rechargeable yang nggak perlu diganti, cukup di charging sekali cukup dipakai khitan 100X, baterai tidak perlu diganti sampai bertahun-tahun. GARANSI 1th
Apa bedanya dengan electric cauter?
Jika maksudnya adalah elektro kauter yang selama ini beredar di Indonesia, jelas sekali perbedaannya, diantaranya :
Elektro kauter mempergunakan jaringan listrik (PLN) untuk tenaganya, jelas sekali ini sangat merepotkan dan perlu dipertimbangkan pula bahayanya. Selain kurang praktis, dapat dibayangkan jika anda sedang mengkhitan tiba-tiba listrik padam. Belum lagi untuk daerah yang tidak terdapat jaringan PLN. Sedangkan Flashcutter tidak perlu jaringan listrik saat dipergunakan, kecuali sedang mengisi baterai (charging ) yang cukup untuk 100X khitan sekali charging. Jelas lebih praktis dan sama sekali tidak berbahaya.
Bagaimana dengan luka bakar ?
Memang dewasa ini banyak ditemukan hasil khitan elektrik (elektro kauter) yang sarat luka bakar, pendarahan, infeksi, rasa nyeri paska khitan, bahkan ada yang sampai tersengat arus listrik. Tentu saja ini erat kaitannya dengan profesionalisme pelakunya plus standarisasi peralatan yang sangat lemah. Inilah akar permasalahannya.
Maksudnya gimana dong? Apa penyebab luka bakarnya?
Penyebab utamanya terletak pada peralatan itu sendiri, dimana elektro kauter umumnya mempergunakan logam tumpul dan membara ( solder ) untuk memotong atau lebih tepatnya membakar kulub (preputium). Bagaimanapun benda tumpul akan mengakibatkan kerusakan jika dipakai untuk memotong, apalagi dalam keadaan membara. (bayangkan sendiri).
Bagaimana dengan Flashcutter ?
Perancang Flashcutter telah mengerti benar bahwa pada operasi bedah disyaratkan luka buatan dengan hasil yang lurus (tidak terkoyak) bersih dan steril. Gunanya untuk memudahkan penyatuan jaringan saat penjahitan, hasil yang bagus, mencegah timbulnya infeksi dan otomatis luka cepat sembuh. Untuk itu dibutuhkan pisau yang tajam dan steril. Nah…! Flashcutter mempergunakan benang logam yang sangat halus dan tajam untuk memotong, dimaksudkan agar proses berjalan cepat dengan bara yang terfokus pada satu garis target, sehingga jaringan yang dioperasi tidak terlalu lama kontak dengan panas untuk meminimalisir luka bakar. Dalam prakteknya hasil khitan flashcutter tidak menunjukkan adanya luka bakar dan umumnya sembuh dalam waktu 3 hari saja.
Benarkah baterai Flashcutter mampu untuk 100x khitan dalam sekali pengisian ?
Benar !, Flashcutter sangat efektif dipakai untuk khitan masal, banyak yang membuktikan untuk mengkhitan 100 orang cukup dengan satu alat saja. Karena proses pemotongannya cukup dengan hitungan detik saja (3 sampai 6 detik). Jika kita ambil rata-rata pemotongan 5 detik saja, maka untuk mengkhitan 100 orang butuh waktu 500 detik. Sedangkan pisau Flashcutter apabila dalam 1x charging dapat menyala sampai 20menit (1.200 detik). Maka jika pasien khitan anda tidak mencapai angka seratus orang tiap bulannya, maka selama itu pula anda tudak perlu melakukan charging (pengisian muatan baterai).
(dikutip dari http://uniceffcorporation.com)
Senin, 21 Desember 2009
Pria yang disunat lebih disukai
Nurul Ulfah - detikHealth
Chicago, Studi terbaru melaporkan bahwa wanita merasa lebih puas berhubungan seks dengan pria yang disunat ketimbang dengan pria yang tidak disunat. Kebersihan alat kelamin pria sangat menentukan kepuasan wanita.
Beberapa pakar sebelumnya pernah berasumsi bahwa dengan memangkas kulit kepala penis (menyunat), kenikmatan wanita dalam berhubungan seks menjadi berkurang. Namun peneliti dari Uganda membantahnya dengan membuktikan bahwa para wanita justru merasa puas setelah pasangannya disunat.
Meski demikian, Dr Ronald H Gray mengatakan efek kepuasan tersebut tidak terlalu signifikan, bahkan tidak berpengaruh sama sekali pada pria itu sendiri. Studi dilakukan dengan mewawancara 455 wanita berusia 15 hingga 49 tahun, sebelum dan sesudah suaminya disunat.
Hasilnya, 177 wanita (39,8 persen) mengaku mengalami peningkatan kepuasan seksual setelah suaminya disunat. Sementara itu, hanya 13 wanita (2,9 persen) yang
dilaporkan mengalami penurunan tingkat kepuasan seks.
Alasan utama yang banyak disebutkan wanita yang mengalami tingkat kepuasan seks adalah karena tingkat higienis (kebersihan) yang lebih baik pada pria yang disunat. Alasan lainnya adalah frekuensi orgasme pria maupun wanita yang lebih sering, kemampuan mempertahankan ereksi yang lebih baik dan hasrat seksual pria yang lebih besar.
Studi ini semakin menguatkan bahwa sunat pada pria membawa manfaat yang besar. Sebelumnya peneliti pernah membuktikan bahwa sunat pria mencegah risiko penyebaran HIV. Bahkan di Uganda, Kenya dan Afrika Selatan, penurunan tingkat infeksi HIV dengan teknik sunat bisa mencapai 50 hingga 60 persen.
"Studi ini sangat penting dan unik. Di Afrika timur dan selatan, tingginya prevalensi infeksi HIV berkorelasi dengan rendahnya tingkat penyunatan. Jika kita bisa meningkatkan proporsi pria yang disunat maka prevalensinya akan turun pada 10 hingga 20 tahun mendatang. Opini wanita tentang kepuasan seksual yang dirasakannya setelah pasangannya disunat juga bisa membantu," kata Dr Robert C Balley dari University of Illnois at Chicago School of Public Health seperti dilansir Health24, Minggu (20/12/2009).
Chicago, Studi terbaru melaporkan bahwa wanita merasa lebih puas berhubungan seks dengan pria yang disunat ketimbang dengan pria yang tidak disunat. Kebersihan alat kelamin pria sangat menentukan kepuasan wanita.
Beberapa pakar sebelumnya pernah berasumsi bahwa dengan memangkas kulit kepala penis (menyunat), kenikmatan wanita dalam berhubungan seks menjadi berkurang. Namun peneliti dari Uganda membantahnya dengan membuktikan bahwa para wanita justru merasa puas setelah pasangannya disunat.
Meski demikian, Dr Ronald H Gray mengatakan efek kepuasan tersebut tidak terlalu signifikan, bahkan tidak berpengaruh sama sekali pada pria itu sendiri. Studi dilakukan dengan mewawancara 455 wanita berusia 15 hingga 49 tahun, sebelum dan sesudah suaminya disunat.
Hasilnya, 177 wanita (39,8 persen) mengaku mengalami peningkatan kepuasan seksual setelah suaminya disunat. Sementara itu, hanya 13 wanita (2,9 persen) yang
dilaporkan mengalami penurunan tingkat kepuasan seks.
Alasan utama yang banyak disebutkan wanita yang mengalami tingkat kepuasan seks adalah karena tingkat higienis (kebersihan) yang lebih baik pada pria yang disunat. Alasan lainnya adalah frekuensi orgasme pria maupun wanita yang lebih sering, kemampuan mempertahankan ereksi yang lebih baik dan hasrat seksual pria yang lebih besar.
Studi ini semakin menguatkan bahwa sunat pada pria membawa manfaat yang besar. Sebelumnya peneliti pernah membuktikan bahwa sunat pria mencegah risiko penyebaran HIV. Bahkan di Uganda, Kenya dan Afrika Selatan, penurunan tingkat infeksi HIV dengan teknik sunat bisa mencapai 50 hingga 60 persen.
"Studi ini sangat penting dan unik. Di Afrika timur dan selatan, tingginya prevalensi infeksi HIV berkorelasi dengan rendahnya tingkat penyunatan. Jika kita bisa meningkatkan proporsi pria yang disunat maka prevalensinya akan turun pada 10 hingga 20 tahun mendatang. Opini wanita tentang kepuasan seksual yang dirasakannya setelah pasangannya disunat juga bisa membantu," kata Dr Robert C Balley dari University of Illnois at Chicago School of Public Health seperti dilansir Health24, Minggu (20/12/2009).
Langgan:
Entri (Atom)

